Meynia

Seorang guru SD yang mengajar di daerah Tangerang. Asliku dari Bogor. Hobbyku membaca. Dengan belajar menulis, aku berharap suatu hari dapat mem...

Selengkapnya
Bertemu Seorang Novelis

Bertemu Seorang Novelis

*Bertemu Seorang Novelis*
(Mey Nia)

"Mey... Jangan siang-siang ya, teteh tunggu di rumah, soalnya nanti takut sejalur". Pagi-pagi sekali teh Neneng sudah memberi kabar lewat WA.
Hari ini tanpa di rencana sebelumnya aku janjian dengan teh Neneng pergi ke rumah seorang novelis idolaku di fb. Sudah lama ingin sekali bertemu dan kenal dengan beliau. Karya-karyanya sungguh natural dan memukau. Sudah lama juga aku kagum dengan beliau yang punya imajinasi begitu luar biasa setiap kali membuat cerita. Sederhana ceritanya tapi indah dan hidup.

Hari ini selain rencana berkunjung ke rumah Lies Tjandra kancana. Aku juga sudah ada janji bertemu beberapa teman di grup WA. Perjalanan dari rumah dimulai pukul 09.00 menuju Bendungan Katulampa Tajur. Ada janji bertemu dengan beberapa teman sekolah dan kuliah. Setelah kami bertemu, ngobrol dan melepas kangen. Pukul 12.30 selesai zuhur aku langsung menuju ke arah Cinagara Cicurug menuju rumah Bu Lies. Temanku teh Neneng sudah duluan dan menunggu di sana. Kami tak jadi pergi bersama. Dengan peta yang teh Neneng beri aku menuju ke sana menggunakan grab bike. Setelah sampai Cinagara lumayan juga putar-putar mencari rumahnya yang sembunyi di bawah kaki gunung hampir satu jam baru ketemu. Rumah itu jauh dari keramaian dan hiruk pikuk lalu lalang kendaraan. Juga jauh dari tetangga. Berada di tengah kebun yang luas dengan halaman depan yang terdapat banyak kolam ikan. Sungguh indah, sejuk dan nyaman. Ketenangan dan kenyamanan suasana rumah langsung kurasakan begitu tiba di sana.

Begitu bertemu ia langsung menyambutku dengan merentangkan tangannya segera memeluk dan merengkuhku ke dalam pelukannya. Ia peluk dan ciumi pipiku bekali-kali. Terlihat kegembiraan dan rasa senangnya menyambut aku yang baru bertemu. Aku terharu sungguh bagai seorang anak yang sudah lama beliau rindukan kedatangannya. Aku yang sudah tidak punya ibu, hari ini kembali merasakan pelukan hangat seorang ibu. Baik dan ramah sekali, aku merasa ada suatu Chemistry begitu bertemu beliau.

Sebentar berbincang di teras depan, lalu diajaknya aku masuk ke dalam rumah untuk mencicipi hidangan makan siang yang telah disiapkan. Tak lama hujan turun dengan lebat diiringi suara guntur, petir dan kilat menyambut kedatanganku.

Lies Tjandra kancana , beliau diusia yang sudah senja (78 tahun) tapi masih produktif berkarya. Di usiannya ia masih terlihat segar dan bugar. Ingatannya pun masih tajam, hanya pendengarannya yang sedikit berkurang. Bertemu dan bercerita dengan beliau walau beberapa jam tapi tak terasa dan tak jemu. Seperti dua sejoli yang sedang jatuh cinta, jika bertemu walau berjam-jam bagai sekejap. Waktu sepertinya cepat sekali berlalu.

Ditengah hujan yang begitu derasnya turun beliau pun bercerita bagaimana jika sudah menulis dan mendapat inspirasi. Menurutnya begitu inspirasi itu muncul, ia langsung menuliskannya dengan hati penuh emosi sehingga cerita itu hidup dan mengalir sendiri. Kadang ia sendiri tak bisa menghentikan tangannya sendiri. Tangan itu bergerak menekan hurup-hurup terus dan terus sampai ia sendiri tak sadar tulisan itu sudah selesai. Kadang begitu selesai menurutnya setelah ia baca, ia sendiri heran dengan cerita itu. Setiap kali ia menulis sebuah cerita atau novel tangannya seperti ada yang menuntun untuk menuliskan cerita itu. Tanpa plot dan kerangka ia tuliskan sebuah cerita. Sungguh beliau juga heran. Seperti ada sesuatu yang merasuki alam pikirannya setiap kali menulis, itu menurut beliau. Wallahualam.
Tak terasa hari sudah sore, ku lihat hujan belum juga berhenti. Ia terus bernyanyi mengiringi kisahnya.

Seuseupan, 240618

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Kita juga penulis lho bun. Kapan kita jumpa.

25 Jun
Balas

Hayu... Kapan, Pak ? Semoga suatu saat Allah mempertemukan kita semua

25 Jun

Setelah akrab dg novelis, Bu Nia tentu tertantang utk menulis novel juga. Semoga segera terwujud.

25 Jun
Balas

Aamiin... Semoga, Pak hehe... InsyaaAllah

25 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali