Meynia

Seorang guru SD yang mengajar di daerah Tangerang. Asliku dari Bogor. Hobbyku membaca. Dengan belajar menulis, aku berharap suatu dapat membuat ...

Selengkapnya
Bintang Minta Disunat

Bintang Minta Disunat

Bintang Minta Disunat*

Sudah hampir dua minggu lebih Bintang minta disunat. Dia ingin disunat pada hari ulang tahunnya, 17 Mei kemarin. Tiba-tiba saja dia minta disunat. Tiap hari nanya Ibunya, "Ibu Atang mau disunat ?". "Iya Atang nanti ya, kalau ibu sudah dapat uang. Sekarang kan Ibu lagi sibuk, Atang juga mau semester. Nanti gimana ke sekolahnya, masa pake sarung ?", kata Ibu sambil tersenyum menatap wajah Bintang. Ia pun ketawa. "Bener Atang mau disunat ? Engga takut ?". "ngga... Atang engga takut lagi". Katanya dengan tegas dan tanpa ragu-ragu menjawab. Lalu ia berlari ke ruang tamu mengelilingi ruangan di dalam rumah . Ia panggil sBubu kucing kesayangannya. "Bubu... Bubu... Bubu kejar Atang !". Si Bubu pun berlari mengejarnya. Ia kembali asik bermain.

Akhir tahun sekolah segera tiba. Ibu yang seorang guru dan mengajar kelas 6 sedang sibuk mengolah nilai rapot dan segala administrasi murid-muridnya. Bintang yang sekolah di TK juga minggu ini sedang mengikuti kegiatan semester. Ia sekolah di TK dekat dengan tempat Ibu mengajar. Tahun ini ia mulai masuk kelas 1 SD. Badannya kecil, mungil, lincah dan cerewet pula.

Sebelumnya jika ada teman dia yang disunat atau ada anak teman Ibu yang disunat, ia tidak mau melihat karena takut. Diajak pun ia nolak.

Atang , nama aslinya Bintang Adrian. Ia lahir enam tahun lalu tanggal 17 Mei 2012.

Suatu hari ketika ibu sedang duduk santai di ruang tv kembali ia berkata :

" Ibu... Atang mau disunat"

" Iya Atang, sabar ya !"

" Ibu ,emang kalau disunat bayar ?"

"Iya "

"Berapa bayarnya ?"

" Pengen tahu aja ".

" Berapa Ibu, Atang mau tahu? "

" Dua ratus limapuluh ribu Atang ?"

" Oh... Mahal Engga ?"

" Engga... Nanya-nanya harga segala ?". Kata Ibu sambil ketawa. Ia pun ikut tersenyum.

Sebenarnya bukan karena sedang sibuk permintaan Bintang untuk disunat belum dikabulkan. Ibu sedang mengatur pengeluaran uang dan mencari waktu yang tepat juga luang. Mengingat sekarang sedang bulan puasa. Selain itu jika belum libur sekolah pasti sangat repot sekali. Setelah disunat ibu ingin sedekah berbagi kebahagiaan dengan tetangga walau sekedar membagikan makanan. Dan tentu saja harus mempersiapkan segalanya.

Hari berikutnya kembali ia berkata :

"Ibu... Atang mau disunat ya ?", Katanya sambil merajuk memeluk ibu.

"Iya Atang, pinter deh. Nanti Ibu beli sarung dulu ya, buat disunatnya".

"Engga usah Bu... Kan ada sarung Abang De. Pinjam saja punya Abang De ".

Abang De itu adalah kakak laki-laki keduanya.

" Hehe...", Ibu tersenyum. " Nanti kebesaran dong Atang ". " Ga apa-apa ", jawabnya sambil berlalu mengambil remot televisi dan menyalahkannya. Ia cari film Ipin Upin kesukaannya sambil rebahan di sofa. Serunya totontonan yang ia lihat membuatnya lupa keinginan untuk disunat. Sepertinya keinginan untuk di sunat itu sudah menggebu sekali.

"Ibu kalau Atang disunat, beliin baju yang hitam itu ya, yang ada dasinya ".

Seketika ibu teringat ketika dulu ia pernah mengajak Bintang belanja ke mangga dua. Ia pernah melihat-lihat sebuah toko yang menjual baju-bagu setelan jas dari ukuran anak kecil hingga dewasa. Bintang pernah minta dibelikan itu dan ia berjanji jika nanti disunat akan dibelikan.

"Iya Atang, nanti Ibu ke mangga dua lagi ya, Ibu beli dulu bajunya".

Bintang pun tersenyum senang.

Pagi itu ketika Bintang, ibu dan Mey akan berangkat ke sekolah. Setelah turun dari ojeg tepat di depan Alpa, ibu bergegas masuk ke alpa dulu untuk membeli roti sekedar menukar uang untuk ongkos tukang ojeg. " Tunggu ya bang, sebentar !". Ibu membeli sebuah roti buat Bintang. Setelah membayar di kasir cepat ia ke luar untuk membayar ojeg.

"Ibu... Ibu... habis teteh ulang tahun Atang disunat ya ".

"Iya Atang, InsyaAllah", anak sholeh", kata ibunya sambil mencium pipi Bintang. Ia pun tersenyum. Hari itu tepat 31 Mei ,Memey ulang tahun yang ke 11. Sore nanti akan diadakan acara bukber di sekolah bersama teman-teman.

Kami berdiri di depan Alpa menunggu angkot tiba. Angkot agak lama dan susah kalau pagi. Mungkin jalanan dari kota ke sini macet. Biasanya memang jalanan menuju ke kota sering macet jika menemui pasar. Penuhnya pedagang pinggir jalan yang membuat kendaraan sulit bergerak. Apalagi jika ada penumpang naik.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Waah....Atang pinter ya udah minta disunat. Semoga Atang sehat-sehat selalu, menjadi anak yang sholeh, berkah rezeqynya, dimudahkan segala urusannya. Belajarnya makin rajin...ya Atang, sukses selalu menyertai Atang. Barakallah.

05 Jun
Balas

Aamiin YRA. .. Trimakasih do'anya Bunda Nana. Sehat dan sukses lalu juga buat Bunda. Salam

05 Jun

Mumpung Bintang sdg minta, disunat saja, Bu. Soal syukuran, sederhana saja tdk apa2. Anak saya juga dulu minta sunat terus saya ajak ke dokter.

05 Jun
Balas

Ya, Pak... InsyaAllah minggu ini. Do'anya saja, semoga diberikan kesehatan

05 Jun

Jadi ingat anak lanang , saat lewat tempat sunat. Kutantang belum berani. Besuk kalo sudah kelas 5 katannya..

05 Jun
Balas

Hehe... Ia sy juga heran. Tadinya takut, tiba2 keukeuh minta disunat ga ngerti.

05 Jun

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali