Meynia

Seorang guru SD yang mengajar di daerah Tangerang. Asliku dari Bogor. Hobbyku membaca. Dengan belajar menulis, aku berharap suatu hari dapat mem...

Selengkapnya
Dapur Bintang

Dapur Bintang

* Dapur Bintang *

(Mey Nia)

Kami sekeluarga suka sekali makan ikan atau sejenis hasil laut lainnya seperti udang, cumi, rajungan dan kerang. Kebetulan sekali rumahku sekarang di Tangerang tak jauh dari laut sekitar 1,3 km dari rumah. Mudah sekali bagiku untuk mendapatkan dan membeli ikan yang segar jenis apa pun. Seringkali tiap ada teman atau saudara yang datang berkunjung, aku ajak untuk ke tempat pelelangan ikan, membeli ikan di sana. Yang paling disukai kami sekeluarga adalah makan kerang. Jika sudah makan kerang rasanya tak mau berhenti seperti makan kacang. Kalau belum habis terus dan terus saja ingin melahapnya. Apalagi jika kerangnya baru diambil. Rasanya manis dan makyus.

Berawal dari kegemaran yang sama itulah maka timbul ide untuk membuka warung dan menjual kerang. Dari hasil perbincangan dan candaan bersama kakak, adik dan keponakan, akhirnya kami sepakat untuk mencobanya. Mengapa tidak kita manfaatkan saja waktu libur yang panjang ini dengan sesuatu yang bermanfaat dari pada sekedar bermain dan belanja yang hanya menghabiskan uang semata.

Awal liburan kemarin ketika ke Bogor ke rumah kakak ku yang pertama ,aku memang membawa banyak sekali kerang mentah untuk dimasak di sana.

Kami pun mencari nama yang cocok untuk membuat spanduk dan nama warung agar menarik. Beberapa nama kami pilih dan terakhir ditemukanlah nama yang pas yaitu "Dapur Bintang". Dengan menu utama dan spesial yaitu kerang. Sambil main dan silaturahmi ke rumah teman aku pun keliling mencari kios yang cocok dan strategis untuk berjualan. Akhirnya pencarian tempat untuk berjualan itu pun ditemukan tak jauh dari tempat tinggalku di Bogor. Letaknya pas pertigaan arah ke Cisarua, Cibedug dan Ciawi. Kios itu persis berada di seberang baso Seuseupan yang terkenal di sana. Kios itu milik tetanggaku juga. Katanya waktu itu pernah dia pakai untuk berjualan tapi tak dilanjutkan. Ada tiga gerobak berada di situ dan gerobak itu boleh kami pakai. Alhamdulillah rezeki tak terduga karena kebetulan kami memang sedang mencari gerobak untuk menyimpan makanan yang akan dijual. Aku tinggal membuat dan menyiapkan segala peralatan yang dibutuhkan, termasuk meja dan kursi untuk pembeli makan. Pemesanan meja dan kursi pun ada yang bersedia membantu. Ternyata dengan niat yang sungguh-sungguh Allah melancarkan segalanya.

Kini warung itu sudah dibuka seminggu yang lalu. Yang menjaga dan melayani warung itu keponakan dan anakku. Alhamdulillah menurut mereka sudah banyak pembeli dan makanan yang dijual selalu habis. Oh ya, yang masak untuk jualan itu adalah kakakku. Ia pinter sekali masak. Makanan yang dia masak selalu enak. Menurutku lho ... 😊

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Baru Gemar ikan. Bun..sip lho

07 Jul
Balas

Ya Pak... Trimakasih

07 Jul

Saya juga suka kerang bu Nia...Semoga warungnya selalu ramai

07 Jul
Balas

Aamiin... Trimakasih do'anya Bu Dani.

07 Jul

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali