Meynia

Seorang guru SD yang mengajar di daerah Tangerang. Asliku dari Bogor. Hobbyku membaca. Dengan belajar menulis, aku berharap suatu hari dapat mem...

Selengkapnya

Ibu-Ibu Penunggu Kelas

Setiap hari ku perhatikan ibu-ibu itu seperti tidak punya pekerjaan saja di rumahnya. Dari pagi sampai siang nongrong di sekolah sekedar duduk-duduk dan ngobrol menunggu anaknya hingga pulang sekolah. Anak yang mereka tunggu memang masih kelas satu.

Ada juga yang membawa bayinya ke sekolah, hingga si Bayi tidur pun ia tidurkan di lantai teras depan kelas. Pernah aku suruh ibu itu menidurkan anaknya di ruang UKS, tapi tak mau, dengan alasan takut nangis kalau dipindahkan. Setiap hari sekitar pukul 09.00, bayi itu pasti tertidur di situ.

Iseng-iseng aku mencoba bertanya, "kenapa anaknya harus ditunggu Bu? "

"Kalau tidak ditunggu anak saya suka nangis Bu"

"Takut ada yang nyulik Bu, pulang sendiri"

"Rumahnya jauh Bu" kata ibu yang satu lagi. Padahal aku tahu jauhnya itu masih sekitar desa, hanya saja rumahnya paling ujung hampir dekat sawah.

"Memang ngga kesal Bu, nungguin anaknya sampai pulang sekolah? Padahal kan kalau di rumah bisa ngerjain sesuatu." Kataku sambil tersenyum

"Kesallah Bu... Tapi gimana , anaknya ngga mau ditinggal." Jawab Ibu satu lagi yang berkerudung hitam membela diri.

"Ya sudah kalau memang kesal, ibu dari pada diam mending baca-baca buku. Bisa baca ngga?"

"Bisa Bu... "

"Sebentar ya, saya ambilkan dulu buku bacaan." Aku pun pergi ke kantor untuk mengambil buku bacaan. Di lemari kantor memang ada beberapa buku bacaan untuk perpustakaan sekolah. Dulu pernah dapat tapi aku lupa dari mana. Karena sekolah belum punya ruang perpustakaan khusus, jadi buku itu ditumpuk di lemari. Kadang buku itu aku bagikan dan pinjamkan kepada anak-anak untuk dibaca di rumah.

Ku temukan dua judul yang menurutku cocok untuk ibu-ibu. Buku yang berjudul"Belajar Mengolah Makanan Ringan" (Tatang Muchtar N)

Dan buku "Kiat Bergaul dengan Baik"(Nuha Rifqiah)

Sayang buku itu satu judul hanya ada dua. Jadi aku suruh mereka membaca bergantian. Selesai beri mereka buku aku pun ke kelas lagi. Jam istirahat ku lihat mereka sedang memegang buku dan ngobrol.

"Sudah Bu, membacanya?" kataku sambil duduk di tembok pembatas teras kelas.

"Hehe..." mereka tertawa sambil memegang bukunya. Aku tahu pasti cuma dibuka-buka doang dan mereka kembali ngobrol.

"Bu... Minta buku resep masakan dong, ada ngga?," tiba-tiba seorang ibu menghampiriku.

"Oh... Ngga ada, tapi nanti kalau ada saya kasih ya, nanti saya cari dulu".

Ada yang merespon minta resep masakan pun aku senang, dengan demikian ada keinginan dari ibu itu untuk belajar sesuatu. Mudah-mudahan saja ada manfaatnya dan kegiatan mereka selanjutnya menunggu anak-anak tidak sia-sia.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Salam sukses bu mey

16 Oct
Balas

Salam buat ibu-ibu penunggu kelas.

15 Oct
Balas

Hehe... Insyaallah

16 Oct

Wah, bagus itu bu, menebar aura belajar kepada ibu-ibu yang seharusnya hobi baca. Apalagi waktunya senggang, dari pada nganggur dan cuma ngobrol lebih baik baca-baca buku. Tapi teori itu ternyata tidak berlaku bagi banyak orang. Kalau memang sudah wataknya yang nggak suka baca ya mau gimana lagi. Sebagai pihak yang peduli dan mau mengajak ke kebiasaan positif "membaca" harus sabar, bu. Semoga dengan kesabaran ibu, suasana akan berubah. Ibu-ibu jadi suka baca dan mempraktekkan apa yang dibaca dalam kegiatan ketrampilan yang produktif.

15 Oct
Balas

Aamiin... Iya Bu betul sekali. trimakasih

16 Oct

Pendekatan yang jitu. Salam kenal dan barakallah

15 Oct
Balas

Hehe... Iya Bu. Salam kenal juga

15 Oct

Sama seperti di lembaga kami Bu...

16 Oct
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali