Meynia

Seorang guru SD yang mengajar di daerah Tangerang. Asliku dari Bogor. Hobbyku membaca. Dengan belajar menulis, aku berharap suatu hari dapat mem...

Selengkapnya
Mengapa Guru Tidak Kreatif ?

Mengapa Guru Tidak Kreatif ?

Mengapa Guru Tidak Kreatif ?

Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang semakin cepat, menuntut para guru untuk terus belajar dalam banyak hal agar lebih kreatif terkait dengan pembelajaran secara berkesinambungan agar peran guru dalam pengajarannya tetap bermutu, menyenangkan dan meningkat demi tercapainya tujuan yang diharapkan.

Guru di daerah pesisir yang jauh dari kota dengan segala pasilitas yang serba terbatas dituntut untuk lebih kreatif dan inovatip. Tapi kenyataannya masih ada guru yang belum dapat memanfaatkan sarana dan prasaran yang sudah ada bahkan mengembangkan proses pembelajaran dengan lingkungan yang ada. Banyak cara yang dapat dimanfaatkan guru untuk berkreasi dengan lingkungannya.

Menurut Peter Drucker (1997 : 84), innovation as “change that creates a new dimention of performance”. Inovasi sebagai suatu perubahan yang menimbulkan dimensi baru dalam penampilannya.

Dari situlah sehingga dapat diartikan bahwa guru yang kreatif adalah guru yang mampu mengaktualisasikan dan mengekspresikan secara optimal segala kemampuan yang ia miliki dalam rangka membina dan mendidik anak didik dengan baik. Seorang guru yang kreatif akan memiliki sikap kepekaan, inisiatif, cara baru dalam mengajar, kepemimpinan serta tanggungjawab yang tinggi dalam pekerjaan dan tugasnya sebagai seorang pendidik

Kurangnya dukungan, motivasi dan penghargaan dari seorang pimpinan sangatlah berpengaruh terhadap tumbuh dan berkembangnya kreatifitas guru. Tidak adanya kerjasama antar rekan kerja dan tidak adanya kemauan dan kemampuan juga lah yang menyebabkan kurangnya kreatifitas guru.

Untuk itu, seorang pimpinan diharapkan dapat memberikan motovasi atau reward kepada bawahannya dalam usaha menumbuhkembangkan kretifitas guru. Misalnya dengan memberikan perhatian, penghargaan. Bentuk perhatian dan penghargaan yang diberikan tidak selalu dalam bentuk materi dan tak harus dalam bentuk materi. Dengan mengajak berbicara dari hati ke hati, selalu memberikan semangat atau mengajak refreshing untuk menyenangkannya dan sebagainya.

Tugas mengajar dan mendidik diumpamakan dengan sumber air, jika tidak terisi air maka akan kering. Demikian juga jabatan guru, jika tidak berusaha menambah wawasan baru, melalui membaca, dan terus belajar maka materi yang ia sajikan ketika mengajar akan terasa gersang.

Ada beberapa faktor yang sangat berpengaruh terhadap tumbuhkembangnya kreatifitas guru yaitu faktor internal dan eksternal.

Faktor internal adalah hakikat dari manusia itu sendiri yang dalam dirinya ada suatu dorongan untuk berkembang dan tumbuh ke arah usaha yang lebih baik.

Ada teori yang mengatakan "kreativitas merupakan titik pertemuan yang khas antara tiga atribut Psikologis yaitu intelegensi, gaya kognitif, dan kepribadian atau motivasi. Secara bersamaan tiga segi dalam pikiran ini membantu memahami apa yang melatar belakangi individu yang kreatif

Gaya kognitif atau intelektual dari pribadi kreatif menunjukkan kelonggaran dan keterikatan konvensi, menciptakan aturan sendiri, melakukan hal-hal dengan caranya sendiri dan menyukai masalah yang tidak terlalu berstruktur.

Faktor eksternal yang berpengaruh terhadap kreatifitas guru diantaranya latar belakang pendidikan, pelatihan-pelatihan yang pernah diikuti untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya, serta pengalaman lamanya seorang guru dalam mengajar.

Menurut Edi Kusmaya dalam bukunya, revolusi mentallah yang harus dibenahi untuk menumbuhkan kreatifitas guru. Karena penyebab tidak kreatifnya guru adalah adanya kebiasaan yang ingin melakukan sesuatu dengan cara pintas dan instans tanpa mau mengikuti proses atau sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan. Tanpa mau berusaha dan berkarya sendiri. Inilah sumber dari segala sumber yang membuat kita tak berkembang, ketinggalan, sulit maju dan lambat dalam meraih kesuksesan. Dan adanya istilah bodo pintar sama saja yang akhirnya membuat seseorang yang kreatif pun tidak mau lagi berkarya.

Dengan demikiaan motivasi dan dukungan dari pihak yang berwenang atau atasan , penghargaan, sarana prasarana yang tersedia serta pelatihan-pelatihan yang di dapat guru adalah faktor penentu terciptanya kreatifitas guru.

Hal-hal yang dapat dilakukan oleh guru dalam memacu kreativitas antara lain aktif membaca, gemar berapresiasi, mencintai seni, respek terhadap perkembangan, serta bersosialisasi dan selalu berinteraksi terus untuk meningkatkan wawasan pengetahuannya.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Salah satu upaya supaya para guru terus meningkatkan kreativitasnya, selain aspek tersebut dia atas adalah membangkitkan motiv berprestasi, bisa dikembangkan sesuai dengan pendaapat dan hasil eksperimen David McClellad (The Achievement Motive). Apabila dalam diri kita bisa tertanam motivasi untuk berprestasi, dan berpreastasi diposisikan sebagai kebutuhan (need), maka setiap dari kita akan berupaya untuk terus mengembangkan diri dengan berkretaivitas, sesuai dengan kemampuan dan potensi yang ada. Misalnya bagaimana guru pantura, menjadikan alam sekitar pantai utara menjadi inspirasi dalam menyusun kurikulum berbasis kelautan. Sebagai perwujudan kurikulum berbassis kearifan lokal. Kemudian menjadikannya alam sebagai media pembelajaran. Karena hakekatkanya alam dan segala isinya, adalah media pembelajaran bagi kita. Nah jika tulisan tadi lebih dikembangkan lagi, kepada aspek yang lebih teknis (operasinal) akan lebih "nembak lagi" ............apalagi dengan gagasan yang kontektual dengan kondisi lapangan ........pokoke muataaaaps heee ......

12 Feb
Balas

Muhun Pak, leres... Hatur nuhun

13 Feb

Tulisan Bu Meynia ini memiliki keruntunan dalam alur tata penulisannya. Dari situ terlihan keluawasan wawasanya karena banyaknya literatur yang telah dibacanya dan memiliki jam terbang dalam kepenulisan yang sangat baik. Yang jelas saya, merasa senang dan selalu menunggu artikel berkualitas semacam ini. Selamat menulis Bu?

11 Feb
Balas

Terimakasih Pak... Masih belajar Pak. Salam literasi

12 Feb

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali