Meynia

Seorang guru SD yang mengajar di daerah Tangerang. Asliku dari Bogor. Hobbyku membaca. Dengan belajar menulis, aku berharap suatu hari dapat mem...

Selengkapnya
Misteri Hilangnya Tanaman

Misteri Hilangnya Tanaman

"Tanaman Ibu kemana?"

"kemana?, siapa yang ngambil?" kataku sambil menatap sebuah poto.

Ketika itu aku sedang mengikuti pelatihan kelas menulis Jakarta 4 dan asik menyimak materi dari Bunda Istiqomah, Tiba-tiba ada wa dari anakku yang ke dua yang baru pulang ke rumah menanyakan tanamanku yang hilang. Pagi kemarin di rumah memang tidak ada orang, semua pergi. Ia nanya tanaman ibu kemana sambil memperlihatkan poto bersihnya tanaman di halaman rumah. Aku pun terbelalak ,kaget, kesal, lemas dan segala rasa sepertinya kumpul semua. Aku sempet nangis saat itu karena heran dan aneh, ada apa. Tak percaya, ku lihat lagi poto dan ku tanya kemana?, siapa yang ngambil?. Aku segera ke luar ruangan untuk berbicara lewat vc. Menurutnya begitu ia pulang , melihat halaman rumah seperti ada yang aneh, bersih. Setelah dia periksa, dia baru sadar kalau ternyata semua tanaman ibunya tidak ada, habis. Aku heran masa sih ada orang yang tega menghancurkan dan membuang semua tanamanku, hingga tak bersisa. Bahkan tanaman yang baru ku beli dan belum sempat ditanam pun tidak ada juga. Kalau benar ada orang yang tega seperti itu. .. jahat sekali.

Entahlah apa motif dan maksudnya sehingga ada orang yang dengan tega menghancurkan dan membuang semua tanaman yang telah ku tanam dan ku rawat setiap hari. Tanaman itu hanya tanaman biasa, tapi sangat berharga buatku. Tanaman yang sedang mulai tumbuh subur dan indah tertata. Hanya tanaman cabe yang selamat. Malam hari sebelum kejadian itu, ku suruh anakku mengantarkan tanaman cabe yang masih kecil-kecil untuk ditanam anak-anak di sekolah. Itulah yang selamat.

Seketika itu juga konsentrasiku hilang dan ingin segera pulang.

Apa salahku? Kenapa harus tanamanku semua yang diruksa. Kenapa ayam-ayam peliharaan anakku tidak dia ambil?. Mengapa juga sepeda motor yang tergeletak di luar tak diambil. Mengapa? Aku tak habis pikir... Aneh. Ku suruh anakku nanya tetangga tak seorang pun yang tahu dan melihatnya.

Rumahku memang belum di pagar dan sekeliling rumah hanya kutanami tanaman yg tak berbunga sebagai pagar. Terletak di sebuah kapling yang belum padat penduduk dan sepi.

Ku telpon lagi anakku menyuruhnya keliling seputar rumah dan kebun kebun di sebelah rumah. Mungkin saja ada tanaman yang dibuang atau disembunyikan di rimbunnya rumput ilalang yang tinggi. Tapi tak ada secuil pun daun bercecer ditemukan.

Hingga kini aku masih penasaran. Akan ku cari dan ku selidiki sampai ketemu, siapa pelakunya dan apa motifnya. Aku heran kalau memang dia seorang pencuri, mengapa yang diambil bukan barang berharga yang bisa dijual. Sedangkan tanamanku hanyalah tanaman biasa tak berharga apa-apa. Sampai saat ini aku masih saja lemas melihat halaman rumahku yang bersih lapang dan gersang.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Aku tahu yang ngambil, Bun ! .....

09 Oct
Balas

siapa hhe...

11 Oct

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali