Meynia

Seorang guru SD yang mengajar di daerah Tangerang. Asliku dari Bogor. Hobbyku membaca. Dengan belajar menulis, aku berharap suatu hari dapat mem...

Selengkapnya
Mun Lum Ngupi,  Lum Sampai Manggar

Mun Lum Ngupi, Lum Sampai Manggar

Jika anda jalan-jalan ke pulau Belitung, jangan lupa untuk mengunjungi warung kopi di sana. Tak lengkap rasanya jika berkunjung ke sana belum merasakan nikmatnya minum kopi Belitung. Warung kopi akan banyak kita jumpai di sepanjang jalan, apalagi di Kota Manggar. Ya... Kopi Belitung memang sangat terkenal kenikmatannya. Siapa pun yang pernah mencicipi kopinya pasti akan ketagihan. Apalagi jika anda penikmat kopi.

Warung-warung kopi tersebut menawarkan cita rasa kopi yang khas dari Belitung. Terbilang khas karena penyeduhan kopi yang masih menggunakan arang seperti Warung Kopi Kong Djie.

Di bagian timur Pulau Belitung, tepatnya ke Kota Manggar, Anda akan menemukan daerah bernama Kampung Kopi. Sebagai kota yang dijuluki “Kota 1001 Warung Kopi”, Manggar cukup gencar menjual keberadaan ratusan kedai kopi sebagai daya tarik wisata selain pantai.
Kopi yang ditawarkan di warung-warung kopi tersebut berjenis arabika dan robusta. Karena Belitung tak menghasilkan kopi, maka biji-biji kopi didatangkan dari Pulau Jawa dan Lampung yang kemudian diolah di Belitung.

Cerita Kampung Kopi ini bermula di awal era ’80-an, saat beberapa kedai kopi mulai berdiri di daerah tersebut. Pada masa itu, kebanyakan pelanggannya adalah pekerja tambang timah di sana. Tahun berganti tahun, bertambahnya jumlah kedai kopi pun makin pesat seiring makin tingginya permintaan. Hingga di satu titik, pemerintah Kota Manggar melihat potensi Kampung Kopi dan memutuskan untuk menjadikannya ikon pariwisata Kota Manggar.

Belitung yang tak punya kebun kopi, justru Punya Budaya Minum Kopi
Bila Anda menyusuri tiap penjuru Pulau Belitung, Anda tak akan menjumpai satu pun tanaman kopi. Hal ini berbanding terbalik dengan jumlah kedai kopi yang tersebar hampir di setiap sudut pulau ini. Kegemaran masyarakat setempat akan kopi memang cukup tinggi. Kegiatan berkumpul bersama rekan atau keluarga di kedai kopi masih kental mewarnai keseharian mereka. Warung-warung kopi itu mulai buka sore hari hingga larut malam

Kopi yang disuguhkan di sana bukanlah aneka kopi espresso, macchiato atau cappuccino.Kedai kopi itu hanyalah warung sederhana yang hanya menyuguhkan pilihan kopi hitam dan kopi susu.

Apakah anda sudah mencoba menikmatinya?

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

kopi pasti...Bun teman ngobrol pe pagi !

02 Nov
Balas

Ya Pak... Mantap! Teman menulis juga

02 Nov

Pastinya nikmat sekali ya bu?

02 Nov
Balas

Bangeeet... Hehe

02 Nov

iiiihhhh...bunda, jadi pengeeeennn. Deskripsinya kena bingits. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah, bunda NIa.

01 Nov
Balas

Trimakasih Bunda Nana... Semoga Bunda sehat juga

02 Nov

Oh, kopinya enak yah bund, sayang sy tak suka kopi sy pernah ke bangka bun. Sukses selalu dan barakallah

01 Nov
Balas

Ya Bun... Mantap banget. Boleh dicoba pake susu Bun, enak. Trimakasih, do'a yang sama tuk Bunda

01 Nov

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali