Meynia

Seorang guru SD yang mengajar di daerah Tangerang. Asliku dari Bogor. Hobbyku membaca. Dengan belajar menulis, aku berharap suatu dapat membuat ...

Selengkapnya

Pencuri

*Pencuri*

(Meynia)

Dalam hukum kriminal, pencurian adalah pengambilan properti milik orang lain secara tidak sah tanpa seizin pemilik. Kata ini juga digunakan sebagai sebutan informal untuk sejumlah kejahatan terhadap properti orang lain, seperti perampokan rumah, penggelapan, larseni, penjarahan, perampokan, pencurian toko juga penipuan.

Seseorang yang melakukan tindakan atau berkarier dalam pencurian disebut pencuri, dan tindakannya disebut mencuri.

(Wikipedia)

Banyak sekali ragam pencopet atau pencuri. Diantaranya : pencuri barang, pencuri data, pencuri hati. Nah yang terakhir ini yang menarik. Pencuri hati.

Pencuri barang mengambil barang milik orang lain.

Pencuri data mengambil data penting milik orang , pemerintahan atau perusahaan.

Pencuri "hati" mengambil hati orang lain (menarik simpati).

Mencuri hukumnya adalah haram. Di dalam hadist dikatakan bahwa mencuri merupakan tanda hilangnya iman seseorang.

“Tidaklah beriman seorang pezina ketika ia sedang berzina. Tidaklah beriman seorang peminum khamar ketika ia sedang meminum khamar. Tidaklah beriman seorang pencuri ketika ia sedang mencuri”. (H.R al-Bukhari dari Abu Hurairah : 2295)

Copet- pencopet atau curi - pencuri. Mereka sulit sekali dikenali. Penampilan mereka sama seperti penampilan kebanyakan orang. Ada yang rapi pakai dasi seperti pejabat. Ada yang seperti orang kantoran membawa tas, juga ada yang seperti orang santai mau main. Di mana-mana mereka selalu ada,terutama di tempat ramai. Di pasar, di kereta, di busway, juga di angkot.

Seperti kemarin ketika aku pulang dari Kota. Saat naik angkot dari Kalideres ke pasar baru, begitu naik angkot aku duduk di belakang persis belakang supir dibangku sebelah kanan. Di mobil itu ada sekitar 8 penumpang. Sebelah kiri 4 (dua perempuan diujung jendela, laki-laki satu dan satu lagi pempuan dekat pintu), sebelah kanan empat orang. Tak sadarkan diri aku tidur karena ngantuk dan cape sekali. Siang hari memang jadwal tidur siangku. Sebelum terlelap kuambil hp di tas untuk wa anakku agar menjemput di pasar baru. Karena aku males naik angkot yang lama sering ngetem. Hp masih digenggaman aku pun tertidur di angkot. Tiba-tiba aku terbangun kaget mendengar teriakan seorang perempuan di ujung mobil sebelah kiri ." Copet Lhu... Dasar copeeet !!". "kenapa de ?", kataku. "Itu Bu... Tadi ia mau nyopet. Saya lihat sendiri tangannya membuka seleting sIbu samping saya. Saya perhatikan terus tangannya. Saya langsung tanya bang ngapain itu tangannya buka tas orang. Dia jawab tidak sambil grogi dan kaget. Rupanya dia tak menemukan yang dicari, lalu dia pindah duduk ke samping ibu (aku). Dia perhatikan terus hp yang ibu pegang karena ibu sedang tidur. Saya pelototin saja. Karena dipelototin saya terus akhirnya ia pun turun. Begitu turun lewat jendela mobil kepala saya disuntrungin dia. Kurang ajar banget. .. saya teriakin aja. Kesel deh lihatnya, saya gemes dari tadi.

" Bisaan ya, tuh copet. " kata sIbu yang tadi tasnya digerayangin. " saya ko tidak tahu sama sekali kalau tas saya sudah dibuka dia. Untung tidak ada apa-apanya. Saya biasa berpergian bawa uang buat ongkos doang. Hp saya simpan di seleting kecil, mungkin tak ketemu", katanya lagi.

"Oh begitu ", kataku. Dalam hati aku bersyukur karena hpku masih ada. Ternyata aku harus waspada dan lebih hati-hati lagi jika naik angkot. Tak boleh lengah, apalagi sampai ketiduran. Ketika turun dari angkot tak lupa kuucapkan terimakasih kepada anak muda yang yang tadi berteriak copet.

Pelajaran bagiku agar selalu waspada jika berpergian. Kejahatan terjadi karena ada kesempatan. Apalagi di bulan puasa ini, di mana semua orang sedang sibuk belanja keperluan untuk hari raya. Jika berpergian atau ke pasar, jangan sampai kita keasyikan belanja lupa dan lengah dengan tas atau dompet yang dibawa.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Pokoknya hrs selalu waspada, di mana saja, kapan saja, dan kepada siapa saja.

28 May
Balas

Ya Pak... Trimakasih

28 May

Betul bunda, kita memang harus selalu berhati-hati. Salam sehat dan sukses selalu. Barakallah....bunda.

28 May
Balas

Ya Bunda Nana... Trimakasih. Semoga Bunda sehat selalu

28 May

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali