Meynia

Seorang guru SD yang mengajar di daerah Tangerang. Asliku dari Bogor. Hobbyku membaca. Dengan belajar menulis, aku berharap suatu dapat membuat ...

Selengkapnya
Pesan Selembar Kertas di Angkot

Pesan Selembar Kertas di Angkot

*Pesan Selembar Kertas di Angkot*
(Mey Nia)

Hari ini aku bangun kesiangan. Kebetulan memang sedang halangan jadi agak males-malesan bawaannya. Jam di hp menunjukkan pukul enam lebih. Dengan tergesah-gesah aku langsung ke dapur untuk masak nasi lalu pergi ke kamar mandi. Selesai mandi dan rapih-rapih rumah aku pun berangkat ke sekolah.

Hatiku belum tenang, tugas untuk mendaftarkan anak-anak melanjutkan sekolah ke SMP belum selesai. Pendaftaran sudah dimulai dari tanggal dua, dua hari lalu. Persyaratan untuk masuk ke SMP lumayan bikin tuing-tuing. Setiap anak harus membawa KTP , KK , jarak rumah dengan menggunakan google maps, validasi NISN dan Nilai SHUN. Asli dan poto copi harus ada. Yang membuat pusing adalah :
1. Ketika ada anak yang orang tuanya berpisah. Salah satu tidak mau bertemu dan mengalah demi anaknya. Terpaksa untuk mendapatkan KTP asli itu harus menunggu lagi.
2. Yang bikes (bikin kesel) stempel sekolah tidak ada dan ketika kutanya lewat grup WA, tak seorang pun yang menjawab atau komen stempel itu ada di mana dan di siapa. Mungkin mereka tak punya kuota 😊😊. Sedangkan persyaratan pendaftaran tersebut membutuhkan stempel sekolah. Akhirnya terpaksa aku minta tolong Kepala Sekolah untuk membuat kembali stempel yang baru.
3. Ketika aku membutuhkan data anak-anak dan harus ngeprin data. Ternyata printer pun tidak ada di sekolah dibawa operator beserta leptopnya.

Alhamdulillah masih beruntung SD sebelah masih baik mau menolong dan membantuku. Semua data dan persyaratanpun akhirnya selesai dibantu oleh Kepala Sekolah SD sebelah beserta gurunya. Atas kebaikan dan keikhlasan mereka tak lupa ku ucapkan terimakasih.

Beruntung juga Kepala Sekolahku masih gesit dan mau datang ke sekolah.
Hari ini stempel yang dipesan kepala sekolah sudah jadi, dan aku dapat segera mendaftarkan anak-anak ke SMP.

Ketika naik angkot dan duduk di pinggir dekat pintu, tiba-tiba mataku melihat sebuah kertas yang ditempel di depan pintu angkot. Tulisan di kertas selembar itu menarik sekali. Judulnya sepuluh Kunci Hati Tenang dan Tentram. Bagus juga, kataku dalam hati.

Sepuluh Kunci Hati Tenang dan Tentram :
1. Tidak membenci
2. Tidak mengeluh
3. Tidak dengki iri
4. Selalu berprasangka baik
5. Selalu tertawa
6. Slalu memberi
7. Berdo'a tanpa sepengetahuan mereka
8. Hidup Sederhana
9. Mudah memaafkan
10. Hindari permusuhan
11. Ikhlas

Rupanya Allah mengingatkanku lewat angkot yang kunaiki tadi agar hatiku tenang dan tentram.

Hari ini selesai sudah tugasku mendaftarkan anak-anak ke SMP. Plong rasanya. Tinggal menunggu pengumumannya tanggal 7 Juli hari Sabtu tulat. Semoga mereka semua dapat diterima di sekolah yang mereka inginkan.

Tangerang, 040718


DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Maaf laptop ku bawa..bun.

05 Jul
Balas

Jangan lama-lama Pak... Laptop sekolah, harus ada di sekolah

05 Jul

Waduh..Jangan berantem.. hehehe

05 Jul
Balas

Ga Pak hehe...

06 Jul

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali